Stakeholders Pertanian serentak Laksanakan Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Padi di Karawang

Pelaksanaan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi (PBP) serentak yang diinisiasi Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI di Desa Sukamakmur, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Selasa (21/4/2026). Tampak   Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Rachmat, bersama Kepala BPTPH Distanhor Jabar Nungke Rochjatti yang mewakili Kepala Distanhor Jabar beserta stakeholder pertanian lainnya.

Pelaksanaan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi (PBP) serentak yang diinisiasi Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI di Desa Sukamakmur, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Selasa (21/4/2026). Tampak Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Rachmat, bersama Kepala BPTPH Distanhor Jabar Nungke Rochjatti yang mewakili Kepala Distanhor Jabar beserta stakeholder pertanian lainnya.

KARAWANG,- Hamparan sawah di Kecamatan Rawamerta Kab. Karawang menjadi saksi semangat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. Kabupaten Karawang menjadi tuan rumah pelaksanaan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi (PBP) serentak yang diinisiasi Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI. Kegiatan dipusatkan di Desa Sukamakmur, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Selasa (21/4/2026), dan dilaksanakan secara masif di 10 provinsi sentra padi nasional, 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, serta 30 kecamatan di Kabupaten Karawang. Kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi (PBP) dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah sentra produksi padi nasional. Program ini tidak hanya terpusat di satu lokasi. Kegiatan serupa juga dilakukan secara masif di 10 provinsi utama penghasil padi, mencakup 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat serta menjangkau 30 kecamatan di Kabupaten Karawang. Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rachmat, menegaskan pengendalian organisme pengganggu tanaman merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan panen. Ia berharap gerakan ini dapat mendorong kesadaran petani untuk melakukan pengendalian hama secara mandiri dengan dukungan berkelanjutan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT). Menurut Rachmat, langkah pengendalian tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus dimulai sejak tahap awal budidaya. “Kita berikhtiar mulai dari persemaian agar panen berhasil dengan baik. Mari kita kompak menjaga tanaman dari hama dan penyakit untuk menyongsong tahun 2026 sebagai tahun swasembada beras berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pendampingan teknis di lapangan akan terus diperkuat guna memastikan ancaman hama, khususnya penggerek batang padi, dapat ditekan sejak dini. Upaya ini diharapkan mampu menjaga produktivitas sekaligus stabilitas pasokan beras nasional. Sedangkan Kepala UPTD BPTPH Jabar Nungke Rochjatti yang mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhor) Jabar mengemukakan keberhasilan gerakan ini bertumpu pada sinergi di lapangan. Para Petugas POPT dan Penyuluh Pertanian di Jabar bahu-membahu bersama aparatur Forkopimda di wilayahnya, untuk memandu jalannya pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan. Menurut Nungke, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan aksi nyata untuk menekan populasi hama penggerek batang yang sering menjadi ancaman utama produktivitas padi. Kehadiran para pemangku kepentingan tingkat nasional hingga daerah menegaskan bahwa perlindungan tanaman adalah prioritas utama dalam menghadapi tantangan iklim dan ketersediaan pangan. Dengan dilaksanakannya gerakan serentak ini, diharapkan populasi penggerek batang dapat terkendali di bawah ambang ekonomi. Dengan demikian, panen petani tetap melimpah untuk membuktikan komitmennya dalam menjaga stabilitas stok pangan melalui langkah-langkah preventif dan edukatif yang terintegrasi. "Perlindungan tanaman adalah investasi masa depan," pungkas Nungke. Pada acara tersebut ada pemandangan menarik terlihat dari partisipasi aktif para Petani di Kelompok Tani makmur Desa Sekarwangi sebagai garda terdepan, serta keterlibatan generasi muda melalui Siswa SMAN 1 Rawamerta. "Kehadiran para siswa ini menjadi simbol regenerasi pertanian, di mana edukasi mengenai pengendalian hama diperkenalkan sejak dini kepada calon penggerak pertanian masa depan," ujar Nungke. Acara ini dihadiri pula Direktur Serelia Kementrian Pertanian, Direktur Pestisida Kementrian Pertanian (hadir secara online), Perwakilan Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan Jatisari,Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden RI, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Se-Indonesia (hadir secara online), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Dekan Fakultas Pertanian IPB serta Jajaran Forkopimda Kabupaten Karawang dan Wilayah Setempat.