BANDUNG,- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian singgung terkait program "dadakan". “Tidak boleh ada lagi program di dalam APBD yang tiba-tiba muncul tanpa ada dasar perencanaannya,” demikian Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Mendagri, Akhmad Wiyagus.
Akhmad Wiyagus menyampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat untuk penyusunan RKPD 2027 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (15/4/2026).
Akhmad menekankan, perencanaan pembangunan Jawa Barat harus dipahami sebagai bagian utuh dari sistem nasional. Sebab itu, penyusunannya wajib mengintegrasikan tata ruang serta berpijak pada kondisi dan potensi riil daerah.
Selain itu, proses perumusan kebijakan harus menjunjung prinsip transparansi, kepemimpinan partisipatif, dan akuntabilitas.
Tujuannya jelas, yakni mewujudkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing daerah.
Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran daerah Ia meminta seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat memastikan setiap program dalam APBD memiliki dasar yang jelas dalam dokumen perencanaan.
Menurut Wamendagri, penyusunan anggaran tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa acuan yang kuat dari RKPD.
Konsistensi ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah agar tetap berada dalam satu arah kebijakan nasional.
Ia menjelaskan, dokumen perencanaan seperti RPJPD hingga RKPD harus menjadi pedoman utama dalam menyusun kebijakan anggaran daerah.
Dengan demikian, pembangunan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, Wamendagri juga mengapresiasi capaian ekonomi Jawa Barat sepanjang 2025 yang tumbuh sebesar 5,32 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen. Bahkan, pada triwulan keempat, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai 5,85 persen.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak cepat berpuas diri karena tingkat pengangguran terbuka masih relatif tinggi. Kondisi ini menjadi tantangan serius agar pertumbuhan ekonomi ke depan lebih inklusif dan mampu menyerap tenaga kerja secara optimal.
"Ini menjadi catatan penting agar laju ekonomi kita ke depan lebih inklusif dan optimal dalam menyerap tenaga kerja lokal," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap program prioritas nasional Asta Cita. Ia mengapresiasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat.
Namun demikian, ia menekankan percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) sebagai langkah penting menjamin keamanan pangan. Hal ini dinilai krusial terutama bagi program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat.
"Sertifikasi ini adalah syarat mutlak. Bukan sekadar administrasi, melainkan jaminan keamanan pangan bagi anak-anak kita," imbuhnya
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja dengan integritas dan tanggung jawab dalam mengelola anggaran. Setiap kebijakan yang diambil harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara luas.
"Mari kita bekerja dengan penuh integritas dan tanggung jawab untuk memastikan setiap rupiah anggaran ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat menuju Provinsi Jawa Barat yang lebih maju dan sejahtera," pungkasnya.
Gedung Sate
Mendagri Singgung Soal Program Dadakan di Musrenbang Provinsi Jabar
9016-04-2026 13:152 Mins read0 Comment
Baca Juga
ragam
Rekam Jejak Yuke, Tak Pernah Berkecimpung di Perkoperasian, sempat Mencuat terkait Kasus "flashdisk"
yoga7109-04-2026 19:562 Mins read ragam
Viral video ribuan motor listrik untuk SPPG menuai sorotan DPRD Jabar
yoga7109-04-2026 10:452 Mins read ragam
Ketua Dekopin dan Gubenur Jabar Berperan Besar Jadikan Yuke Ketua Dekopinwil Jabar, Nurodi; Saya Mengalah
yoga7102-04-2026 07:252 Mins read ragam