BANDUNG,- Ketua Fraksi PPP DPRD Jawa Barat yang juga Bobotoh Persib Bandung , Zaini Shofari, melontarkan kritik keras terhadap keputusan operator liga yang memindahkan venue pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung.
Kebijakan tersebut dinilai menunjukkan lemahnya perencanaan dan inkonsistensi regulasi dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional.
Menurutnya, perubahan venue yang dilakukan saat kompetisi tinggal menyisakan hitungan hari justru mencederai profesionalisme liga. Ia menilai jadwal yang telah disusun sejak awal musim seharusnya tidak diubah secara mendadak tanpa pertimbangan matang.
“Kalau jadwal sudah ditetapkan dari awal, mestinya dijalankan secara konsisten. Jangan sampai di akhir kompetisi malah berubah dan menimbulkan kesan klub tertentu dirugikan,” ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menegaskan, alasan keamanan yang dijadikan dasar pemindahan laga seharusnya sudah dipetakan sejak awal oleh operator liga. Berbagai potensi gangguan, mulai dari momentum Hari Buruh, agenda tim nasional hingga kegiatan lain, menurutnya bukan hal baru yang sulit diprediksi.
“Kalau memang faktor keamanan, itu harus masuk dalam kalkulasi sejak penyusunan jadwal. Jangan mendadak ketika kompetisi hampir selesai,” katanya.
Ia juga menyinggung laga Persija kontra Persib sebelumnya di Bandung yang berlangsung aman dan tertib. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah dan panitia pelaksana mampu menciptakan situasi kondusif.
“Pertandingan sebelumnya di Bandung berjalan aman. Bahkan suasananya lebih kondusif dari yang diperkirakan. Artinya pengamanan sebenarnya bisa dikelola dengan baik,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia mempertanyakan keputusan memindahkan pertandingan ke Samarinda yang dianggap bukan lokasi netral. Secara psikologis, kata dia, pilihan venue tersebut dinilai berpotensi merugikan Persib.
“Kenapa harus Samarinda? Itu bukan wilayah netral dan tentu ada faktor psikologis yang bisa memengaruhi pertandingan,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak perjalanan jauh terhadap kondisi fisik pemain. Menurutnya, jika laga digelar di Jakarta, tim hanya membutuhkan waktu tempuh singkat. Namun dengan dipindah ke Samarinda, kondisi pemain dinilai akan lebih terkuras.
“Kalau main di Jakarta, perjalanan jauh lebih singkat. Sekarang harus ke Samarinda dan itu jelas memengaruhi kebugaran pemain,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai perubahan regulasi yang kerap terjadi, mulai dari jadwal pertandingan, venue hingga kebijakan tanpa penonton, menjadi hambatan bagi upaya membangun kompetisi sepak bola yang sehat dan profesional di Indonesia.
“Sepak bola Indonesia tidak akan maju kalau regulasinya berubah-ubah. Kompetisi profesional harus punya kepastian dan perencanaan yang matang,” tegasnya.
Ia pun menyarankan, apabila pemindahan venue memang tidak bisa dihindari, lokasi pertandingan sebaiknya tetap berada dekat dengan home base tim tuan rumah.
“Kalau memang harus dipindahkan, mestinya cari stadion yang masih dekat dengan basis kandang Persija, misalnya di Pulau Jawa. Itu jauh lebih logis,” katanya.
Di sisi lain, ia meyakini Bobotoh Persib saat ini sudah semakin dewasa dalam menyikapi aturan kompetisi, termasuk apabila tidak diperbolehkan hadir langsung di stadion.
“Bobotoh sekarang lebih dewasa dan memahami aturan. Mereka pasti bisa menjaga kondusivitas demi Persib,” pungkasnya.
News
Zaini (PPP) Kritik Keras Keputusan Operator Liga pindahkan venue Persib vs Persija
9007-05-2026 12:142 Mins read0 Comment
Baca Juga
ragam
Solusi KDM Atasi Banjir Perbanyak Danau, Mesti direspon dengan perencanaan matang
yoga7127-04-2026 11:472 Mins read ragam
Rekam Jejak Yuke, Tak Pernah Berkecimpung di Perkoperasian, sempat Mencuat terkait Kasus "flashdisk"
yoga7109-04-2026 19:562 Mins read ragam